Sejak Kecil, kalau mendegar kata “menulis” rasanya langsung jadi malas. Bagi saya yang masih setingkat sekolah dasar itu, kegiatan menulis merupakan hal yang melelahkan,membosankan, dan bebragai macam alasan lain yang intinya sangat tidak menyenangkan. Kalaupun harus menulis, pasti itu karena tuntutan tugas atau sesuatu hal darurat yang mau tidak mau harus ditulis. Mungkin pengalaman seperti ini juga dirasakan pembaca lainnya ayng berarti itu bukan sebuah pengalaman perdana di layar kehidupan manusia.
Singkat cerita, selang beberapa tahun kemudian pada masa-masa putih abu-abu atau masa Sekolah Menengah Atas (SMA) pikiran saya tentang menulis dan segala aktifitas yang berkaitan perlahan mulai berubah. Di SMA kegiatan menulis itu bagai ujung tanduk yang bisa membawa siswa/i ke level yang terkenal. Saat itu saya seakan mendapat alasan menulis agar bisa terkenal. Sesaat mungkin kedengarannya menarik, akan tetapi dengan alasan seperti itu membuat saya tidak bisa bertahan lama dan semangat menulis mudah expired alias kadaluarsa. Di masa perkuliahan, saya mulai memahami alasan saya menulis, di hadapkan dengan berbagai macam masalah di lapangan membuat saya sadar ada sesuatu yang salah. Saat itu saya mulai kembali mempelajari agama dengan tekun, di situ saya mulai memahami sebuah alasan menulis yang sangat penting. Sebuah alasan yang mampu mengantarkan pahala dan insyaAllah bisa menuju surga-Nya. Ya, menulis karena Allah, menulis yang menjadi sebuah ibadah karena diniatkan karena Allah, menulis untuk menyebarkan kebaikan. Itulah alasan yang dengannya tidak akan sia-sia setiap huruf yang tercatat, selain tercatat di dalam memory komputer juga tercatat dalam buku pahala jika di niatkan karena Allah dan untuk memberi manfaat bagi yang membaca. Dengan alasan itu pula semangat yang loyo dapat bugar kembali. Jika tidak percaya, silahkan coba dan buktikan sendiri.


                                                                                                                                             
             26 Mei 2016

                                                                                                                                                                                Andriansyah


Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

1 comments:

Terima Kasih sudah berkunjung dan membaca blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan :)